BANDUNG, KOMPAS - Pemerintah diminta menunda
pemberlakuan Kurikulum 2013 karena belum disosialisasikan secara luas
serta berbagai kesalahan substantif yang harus segera diperbaiki.
Penundaan itu merupakan langkah realistis demi kebaikan pendidikan
generasi penerus bangsa.
Rekomendasi itu disampikan Majelis Guru
Besar (MGB) Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam diskusi terbuka yang
digelar Rabu (13/3). Diskusi dihadiri, antara lain, Ketua MGB ITB
Harijono Tjokronegoro, guru besar emeritus Manajemen Pendidikan
Universitas Negeri Jakarta Henry Alex Rudolf Tilaar, Guru Besar Ilmu
Matematika ITB Iwan Pranoto, serta Guru Besar ITB Imam Buchori
Zainuddin.
Diskusi itu menghasilkan rekomendasi yang menyetujui
perlunya mengganti kurikulum, tetapi harus dilakukan dengan perancangan
yang cermat dan dituntun oleh kaidah ilmiah.
Masukan yang mereka
berikan untuk Kurikulum 2013 seperti perlunya menggunakan tata bahasa
yang baik, bisa mengungkapkan gagasan dengan lugas dan sederhana,
menunjukkan keterkaitan dasar filosofis dengan pelaksanaan pada tataran
teknis, serta mencantumkan sikap dan nilai luhur kemanusiaan demi
menghadapi tantangan masa depan. Menurut Harijono, usulan ini akan
diajukan dalam rapat pleno majelis guru besar ITB.
Dinilai terburu-buru
Anggota
Komisi X DPR, Rohmani, yang hadir dalam diskusi, mengatakan,
pemberlakuan Kurikulum 2013 oleh pemerintah terbilang terburu-buru dan
dipaksakan. Komisi X baru mendapat kabar mengenai Kurikulum 2013
menjelang akhir 2012, tapi baru mendapatkan dokumennya awal Maret 2013.
Alokasi anggaran yang diajukan pun melonjak dari Rp 684 miliar menjadi
Rp 2,4 triliun.
Rohmani khawatir, skema persetujuan di akhir masa
pembahasan ini bisa mengulangi kasus korupsi di Hambalang. ”Fraksi
Keadilan Sejahtera tengah mengupayakan agar partai bisa mengambil sikap
untuk meminta penundaan pelaksanaan Kurikulum 2013,” ujar Rohmani.
Guru
Besar ITB Bambang Hidayat menyebut pemerintah tidak pernah
menyosialisasikan Kurikulum 2013 sebelumnya. Karena itu, dikhawatirkan
pergantian kurikulum ini hanya proyek.
Tidak terkait
Imam
Buchori menilai, redaksional Kurikulum 2013 menggunakan bahasa yang
indah dan ideal, tapi tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.
Tilaar
memberi contoh Finlandia yang sukses dalam melakukan revolusi sistem
pendidikan, yang dipersiapkan 40 tahun sebelumnya. Finlandia mengubah
sistem pendidikan dengan memulainya dari lembaga pelatihan guru agar
guru bisa mendidik murid dengan baik.
Iwan Pranoto menilai begitu
banyak kata patuh pada Kurikulum 2013. Ini tidak dijumpai bila
dibandingkan dengan kurikulum negara lain, seperti Qatar dan Australia.
Padahal, kurikulum adalah dokumen mengenai proyeksi manusia sebuah
negara pada masa mendatang. (eld)
Home »
kabar pendidikan
» Tunda Kurikulum 2013
Tunda Kurikulum 2013
Posted by Unknown
Posted on 00.13
with 1 comment








wew...kakak, wew
BalasHapus